Waaa… sekarang nih mulai rame semua pada demo harga BBM naik. Dari ujung
Sebagai seorang mahasiswa juga aku kok gak kepikiran sama sekali untuk ikutan demo ya? Apa aku tak punya hati? Hati yang berpihak pada rakyat?
Aku teringat kata-kata temanku saat dia “meneruskan” apa yang dikatakan seorang selebritis cerdas (maaf saya lupa namanya) “semua orang saat ini punya dasar logika yang kuat, system yang handal, dan tingkat analitis yang akurat. Tapi sayangnya mereka tak punya hati”
Ya..ya..ya.. hati yang tulus berbangsa dan bernegara menimbulkan jiwa nasionalisme yang kuat. Betapa bangsatnya aku yang hidup dan tinggal di negaraku tercinta ini, ternyata secara jujur masih belum mempunyai rasa itu. Dengan amat sangat cueknya aku ketika aceh di sayat perih oleh GAM, ketika SIPADAN dan LIGITAN berpindah tangan, dan kini ketika orang-orang disekitarku mulai gerah dengan adanya kenaikan harga BBM.
Lagi-lagi aku tanyakan pada diriku, apakah aku masih punya hati? Apakah mereka yang rela pertaruhkan keselamatannya hanya untuk sekedar menyuarakan aspirasi rakyat dengan cara berdemo dijalan itu yang punya hati?
Coba aku buktikan dengan logika asal-asalan dariku… atau logika goblok dari sok tau… atau kalau boleh dikasih judul “being stupidly” hahahaha…
Mereka yang berkoar dengan spanduk-spanduk yang mengharamkan kenaikan harga BBM itu kebanyakan mahasiswa. Lebih tepatnya mahasiswa yang terlibat dalam organisasi pergerakan. Kalaupun disana ada bentuk protes yang teatrikal, aku yakin dia bukan “teaterawan” tapi orang pergerakan yang menggunakan aksi “teaterawan” dalam bentuk teatrikal.
Ketika seseorang masuk kedalam sebuah kelompok organisasi tertentu, maka orang itu akan diberi sesuatu yang mengasyikkan dirinya sehingga menimbulkan “orgasme” baginya. Ketika seseorang mengalami “orgasme” pada sebuah titik tertentu maka aku yakin dia akan selalu merindukan titik itu. Dan akhirnya terjadilah retorika dimana sebuah kelompok pergerakan titik “orgasme” nya adalah demo turun kejalan dengan tema-tema yang sengaja disesuaikan.
Kembali lagi aku pertanyakan, apakah demo itu atas nama lingkungan sekitarnya? Wah… aku curiga dan kayaknya aku lebih cenderung berpikir bahwa itu hanyalah bentuk eksistensi diri tanpa tingkatan aktualisasi diri. Lebih bangsatnya lagi mereka menyalurkan hobinya atas nama rakyat!! Edan!!
1. Kenapa sebuah organisasi pergerakan tidak melakukan pergerakan yang lebih konkret? Sungguh disayangkan konsepsi mereka tentang
2. Memberikan pelatihan ketrampilan kepada masyarakat agar tidak hanya berpangku tangan pada program-program subsidi dari pemerintah.
3. Pendidikan gratis, Seperti apa yang dicanangkan oleh Andrea Hirata yaitu mengadakan MLM pendidikan. Buat apa pendidikan tinggi kalau esensinya tidak didapat? yaitu untuk di ajarkan lagi kepada orang laen yang membutuhkan.
4. pengembangan penelitian yang jelas-jelas di danai oleh pemerintah dan nanti hasilnya akan dikembalikan ke masyarakat dan dinikmati masyarakat
5. Masih banyak lagi, aku rasa mereka seharusnya lebih tau dari pada aku.
Aku? Ternyata aku lebih bangsat lagi! Hahahaha…. Aku hanya diam dan malah memberikan vonis yang tidak baik kepada para pendemo itu.
hmmmm… aku memang bangsat! Tapi aku bangsat yang jujur dan punya hati, karena aku hanyalah seorang cacat yang bisa hanya bisa menangis melihat bangsaku terpuruk. Ya… ya… aku akui aku bangsat.
Selama masih ada hati didalam diri manusia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar