Lambat laun jalanan semakin ramai dengan hiruk pikuk kemerdekaan, atribut-atribut perjuangan kembali terpasang, sang saka merah putih mulai tercecer menunggu si tuan yang ingin meramaikan hari yang kini sudah semakin tidak lagi sacral. Hanya kewajiban atau juga malah sebagai rutinitas?
Bicara tentang semangat perjuangan dan kemerdekaan untuk sebuah negara
Salah? Tidak! Benar? boleh! Entah semangat yang mana yang harus kita utamakan. Disatu sisi negara sedang membutuhkan orang-orang yang berjiwa nasionalis murni, disatu sisi kita dituntut untuk tetap bertahan hidup demi kelangsungan hidup anak-anak.
Ketika bendera terbentang didepan teras rumah, halaman kantor-kantor, dan pusat
“apa yang bisa kita rasakan?”
tak lain dan tak bukan hanyalah sebuah hiruk pikuk dan rutinitas yang akan terbuang di tong sampah dan terlipat rapi di dalam laci.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar